iHERRO — Bagi Anda pengguna setia Apple Watch Ultra, pasti sudah tidak asing lagi dengan tampilan jam Modular Ultra. Selama ini, tampilan ini menjadi primadona karena mampu menyajikan segudang data penting dalam satu layar, mulai dari ketinggian, kedalaman laut, detak jantung, hingga kompas. Namun, ada kabar menarik dari Cupertino. Apple dikabarkan tengah menguji desain layar Modular Ultra yang lebih simpel pada pembaruan watchOS 27 di tahun 2026.
Perubahan ini bukan tanpa alasan. Apple mendengar suara para penggunanya yang menginginkan tampilan kaya fitur, tapi tanpa kesan ruwet atau “penuh sesak.” Mari kita bedah tuntas, apa saja yang berubah dan mengapa ini penting untuk Anda.
▶ CEK PROMO SPESIAL HARI INI – KLIK DI SINI
1. Mengapa Apple Merasa Perlu Menyederhanakan Tampilan?
Sejak dirilis, Apple Watch Ultra memang menyasar pengguna ekstrem—pendaki gunung, penyelam, dan atlet triathlon. Namun lambat laun, banyak pengguna biasa (atau pebisnis yang menyukai gaya sporty) juga memakai Ultra karena baterainya tahan lama dan bodinya kokoh.
Masalahnya, tampilan Modular Ultra yang lama dinilai terlalu padat. Banyak elemen kecil berserakan di empat sudut layar. Akibatnya, untuk membaca satu data saja, mata harus bekerja ekstra. Apple menyadari bahwa data sebanyak apapun tidak akan berguna jika tidak mudah dibaca dalam sekejap.
Oleh karena itu, watchOS 27 nanti akan menghadirkan opsi Modular Ultra versi baru dengan konsep: lebih sedikit elemen, fokus lebih tajam, dan interpretasi data lebih cepat.
2. Poin Penting dalam Desain Baru Modular Ultra
Berdasarkan informasi yang berkembang, berikut adalah ubahan signifikan yang sedang diuji Apple:
| Aspek Perubahan | Penjelasan Teknis |
|---|---|
| Satu Komplikasi Raksasa di Tengah | Alih-alih empat komplikasi kecil, layar kini menonjolkan satu metrik utama (misal: detak jantung atau altimeter) di area tengah dengan font yang lebih berani. |
| White Space yang Lebih Luas | Jarak antarelemen sengaja direnggangkan untuk mengurangi “rasa sumpek” di layar beresolusi tinggi. |
| Bezel Dinamis Cerdas | Teks ketinggian/kedalaman akan muncul di tepi layar hanya saat sensor mendeteksi aktivitas ekstrem. Di waktu biasa, bezel bersih tanpa angka agar tidak mengganggu. |
| Kontras Tinggi ala OLED | Latar belakang hitam pekat dimaksimalkan. Mode ini tidak hanya enak dipandang, tetapi juga mematikan piksel yang tidak terpakai sehingga menghemat baterai. |
| Navigasi Double Tap | Setelah memilih komplikasi utama, pengguna bisa mengetuk dua jari (Double Tap) untuk membuka detail lebih dalam tanpa menyentuh layar. |
“Perubahan ini seperti membersihkan meja kerja yang penuh kertas. Semua dokumen tetap ada, namun hanya satu dokumen yang terbuka di depan Anda dalam satu waktu,” demikian kira-kira analogi dari filosofi desain anyar ini.
▶ Lihat juga: iPhone 14 di 2026? Ini Perbandingan Realistis vs iPhone 15, Selisih Harga Cuma Rp1,5 Juta

3. Perbandingan Modular Ultra: Versi Lama vs Versi Baru
Agar lebih gamblang, mari kita lihat perbedaannya dalam tabel berikut:
| Parameter | Modular Ultra (watchOS 26 ke bawah) | Modular Ultra (uji coba watchOS 27) |
|---|---|---|
| Kepadatan Info | Sangat tinggi, mirip kokpit pesawat | Selektif, hanya prioritas utama yang tampil |
| Kenyamanan Baca | Cenderung menyilaukan pada pandangan pertama | Lebih rileks karena ruang napas visual |
| Daya Tahan Baterai | Boros, karena GPU harus merender banyak grafik | Lebih hemat berkat elemen statis dan latar hitam |
| Gaya Visual | Kompleks dan maskulin-teknis | Minimalis, bersih, elegan |
| Metode Interaksi | Sentuhan langsung ke komplikasi kecil | Double Tap + fokus pada satu area |
Dengan adanya opsi baru ini, Anda tidak kehilangan fitur lama. Apple tetap menyediakan tampilan original bagi yang terbiasa dengan padatan data. Hanya saja, kini ada pilihan “versi santai” bagi saat Anda sedang rapat bisnis atau sekadar bersantai di kafe.
▶ Lihat juga: Terdapat File CLAUDE.md pada Update iOS, Apakah Update Kali Ini Apple Memanfaatkan Vibe Coding?

4. Efisiensi Baterai: Keuntungan Tak Terduga dari Desain Simple
Ini mungkin poin favorit banyak pengguna. Ketika Apple mengurangi elemen visual, dampaknya langsung ke konsumsi daya. Layar Apple Watch Ultra adalah layar OLED, di mana setiap piksel hitam benar-benar mati (tidak menyala). Desain baru menggunakan latar belakang hitam pekat pada hampir seluruh permukaan.
Tahapan optimasi baterai yang diterapkan:
GPU tidak perlu memperbarui 8-10 komplikasi sekaligus setiap detik.
Piksel tidak aktif (hitam) membuat layar tidak mengonsumsi daya untuk area-area kosong.
Sensor altimeter/depth gauge di bezel dinonaktifkan secara otomatis saat tidak ada gerakan ekstrem.
Mode Always-On Display di versi baru hanya akan menampilkan jam dan satu komplikasi (bukan seluruh data), sehingga prosesor tidak perlu bekerja keras di mode redup.
Untuk pengguna yang sering mendaki atau bersepeda jarak jauh, tambahan durasi baterai ini bisa sangat terasa. Anda bisa mempertahankan Always-On Display lebih lama tanpa harus buru-buru mencari power bank.
5. Dampak terhadap Keseharian Pengguna
Desain modular ultra yang lebih simpel ini sejatinya membawa Apple Watch Ultra ke ranah yang lebih universal. Tidak hanya cocok untuk olahraga ekstrem, tetapi juga nyaman dipakai di kantor atau acara formal.
Saat rapat: Tampilan tidak mencolok dengan data altimeter yang tidak relevan. Yang terlihat hanya waktu dan komplikasi kalender yang rapi.
Saat olahraga lari: Double Tap untuk mengubah komplikasi utama dari detak jantung ke pace per kilometer. Praktis dan cepat.
Saat tidur: Mode malam dengan latar merah khas Ultra tetap dipertahankan, namun dengan notifikasi yang tidak mengganggu.
Apple sepertinya ingin menjawab kebutuhan pengguna yang berubah: dari “Saya ingin melihat semuanya sekaligus” menjadi “Saya ingin melihat hal yang tepat pada waktu yang tepat.”
6. Kesimpulan
Bagi Anda yang sudah menikmati Apple Watch Ultra, pembaruan watchOS 27 dengan tampilan Modular Ultra yang lebih simpel adalah angin segar. Apple tidak membuang fitur yang sudah ada, melainkan memberikan tambahan opsi bagi mereka yang mendambakan efisiensi, keterbacaan, dan manajemen baterai lebih baik.
Ini sekaligus menunjukkan arah baru desain antarmuka Apple ke depan: less is more (sedikit tapi bermakna). Fitur canggih tetap dipertahankan, hanya cara penyajiannya yang dibuat lebih manusiawi.
Catatan penting: Informasi di atas masih berupa hasil uji coba internal. Apple bisa saja mengubah atau menunda fitur ini sebelum rilis resmi watchOS 27. Pantau terus kanal resmi Apple untuk informasi terbaru.
iHERRO merupakan tempat service iPhone terdekat di Indonesia.
Cabang iHERRO Store kami:
📍 iHERRO Service Graha Raya Bintaro / Cabang 1
📍 iHERRO Service Cikarang – Jababeka / Cabang 2
📍 iHERRO Service Serpong – Tangerang / Cabang 3
📍 iHERRO Service Citra 8 – Jakarta Barat / Cabang 4
📍 iHERRO Service Grand Wisata Bekasi / Cabang 5
📍 iHERRO Service Grand Taruma Karawang / Cabang 6
📍 iHERRO Service Ciater – Tangerang Selatan / Cabang 7
Buka setiap hari TANPA LIBUR dari jam 10 pagi – 10 malam.
Yang pastinya berkualitas, bergaransi, aman, nyaman, murah dan ramah untuk semua kalangan!


