iHERRO — Siapa yang tidak ingat dengan Friendster? Di awal tahun 2000-an, media sosial satu ini menjadi raja. Kini, setelah sekian lama hanya menjadi kenangan manis di benak para pengguna lama internet, Friendster beranjak bangkit.
Namun, jangan bayangkan Anda bisa langsung menambahkan teman secara online seperti dulu. Versi terbaru dari platform lawas ini justru menghadirkan twist yang radikal: Anda harus bertemu langsung dan menyentuhkan ponsel dengan orang tersebut untuk bisa terhubung.
Seorang programmer asal Philadelphia bernama Mike Carson adalah otak di balik kebangkitan ini. Ia membeli domain Friendster serta hak merek dagangnya sekitar setahun lalu. Pernyataan ini ia publikasikan melalui blog pribadinya.
Penasaran? Kini, aplikasi iOS untuk Friendster versi baru ini sudah bisa diunduh. Menariknya lagi, berdasarkan pantauan beberapa media, pengguna iPhone di Indonesia juga sudah dapat mengakses dan mengunduhnya.
▶ CEK PROMO SPESIAL HARI INI – KLIK DI SINI
Berapa Harga Tebusan Nama Besar Friendster?
Proses pembelian kembali domain legendaris ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Carson harus membayar sekitar 20.000 dolar AS dalam bentuk Bitcoin. Belum lagi ia juga merelakan satu domain lain yang menghasilkan pendapatan iklan sekitar 9.000 dolar per tahun.
Sebagai perbandingan, saat masa jayanya dulu, Friendster memiliki lebih dari 115 juta pengguna terdaftar, terutama di Asia-Pasifik. Bahkan, pada 2009, platform ini sempat diakuisisi oleh MOL Global dengan nilai fantastis, sekitar 26,4 juta dolar AS.
Jadi, membeli bekas “istana digital” yang sudah usang seharga puluhan ribu dolar mungkin terdengar gila bagi sebagian orang. Namun bagi Carson, ini adalah proyek hasrat untuk membawa kembali esensi media sosial yang sesungguhnya: kesederhanaan dan koneksi autentik.
▶ Baca juga: Tips Rahasia Menggunakan Focus Mode iOS untuk Produktivitas Maksimal

Tanpa Algoritma, Tanpa Iklan, Tanpa Jual Data
Salah satu keluhan terbesar pengguna media sosial modern adalah rasa lelah akibat algoritma yang menjejali konten, iklan yang muncul di mana-mana, serta kekhawatiran data pribadi diperjualbelikan. Carson tampaknya memahami betul kekesalan ini.
Dalam versi baru Friendster yang kerap disebut sebagai Neo-Friendster, ia berjanji:
Tidak menggunakan algoritma yang mengatur apa yang Anda lihat.
Tidak menampilkan iklan sama sekali.
Tidak menjual data pengguna ke pihak pengiklan atau pihak ketiga.
Model bisnis seperti ini terdengar sangat idealis, tapi sekaligus rentan. Tanpa pemasukan dari iklan, bagaimana platform ini bisa membayar biaya server dan pemeliharaan? Carson jujur mengakui bahwa ia tidak terlalu fokus mencari untung.
Harapannya, platform ini setidaknya bisa menutup biaya operasionalnya sendiri. Ke depan, ia mempertimbangkan fitur berbayar seperti username khusus atau alamat surel dengan domain @friendster.com.
▶ Baca juga: Tips Rahasia di iOS 18 yang Jarang Diketahui, Bikin HP Makin Canggih

Mekanisme Unik: Jadi Teman Harus “Saling Sentuh”
Fitur paling kontroversial sekaligus menarik dari Friendster baru ini adalah cara menambahkan teman. Anda tidak bisa mengirimkan permintaan pertemanan secara daring seperti biasa. Sebaliknya, dua orang pengguna harus bertemu secara fisik dan menyentuhkan ponsel mereka, mirip dengan teknologi NFC atau AirDrop.
“Ide ini menyenangkan karena mendorong orang untuk bertemu langsung, sekaligus memastikan koneksi yang autentik,” ujar Carson.
Bayangkan, di era di mana orang bisa memiliki 5.000 teman Facebook tanpa pernah bertatap muka, Friendster justru memaksa kita untuk keluar dari kamar dan benar-benar berinteraksi. Ini adalah kritik sosial yang cerdas terhadap budaya media sosial yang superfisial.
Tantangan Berat di Depan Mata: Akankah Orang Mau Repot?
Tentu, semua ide indah ini menghadapi tembok besar bernama realitas. Mengajak orang beralih dari media sosial mapan seperti Instagram, TikTok, atau X (Twitter) saja sudah sulit. Apalagi, Friendster versi baru ini justru menambah hambatan: pengguna harus repot-repot mengatur pertemuan fisik hanya untuk sekadar terhubung.
Belum lagi, saat ini aplikasi hanya tersedia untuk iOS. Versi Android dan versi web masih dalam tahap pengembangan. Artinya, jangkauan audiens awalnya sangat terbatas.
Carson tampaknya menyadari semua ini. Namun, ia tetap optimis. Ia terinspirasi dari pengalamannya dengan situs kencan lama seperti OkCupid, tempat ia bertemu istrinya. Baginya, situs-situs semacam itu mampu mengubah hidup seseorang – orang bisa bertemu, jatuh cinta, dan membangun keluarga.
Nostalgia atau Masa Depan Media Sosial?
Kehadiran kembali Friendster bisa jadi sekadar proyek nostalgia yang menghangatkan hati. Bisa pula menjadi prototipe bagaimana seharusnya media sosial di masa depan: lebih kecil, lebih sehat, dan lebih manusiawi. Tidak ada lomba jumlah like, tidak ada algoritma yang membuat cemas, serta tidak ada mata-mata data.
Di tengah kejenuhan publik terhadap media sosial modern yang kian toxic, kehadiran Friendster versi baru ini terasa seperti seteguk air segar di padang pasir. Namun, tantangan terbesarnya tetap satu: membuat orang mau peduli lagi pada platform lawas, serta bersedia keluar dari zona nyaman digital mereka.
Akankah Anda menjadi salah satu yang pertama mengunduh dan mencari teman lama dengan cara “saling sentuh”? Atau Anda akan menunggu dan melihat apakah proyek nostalgia ini benar-benar bisa bertahan? Terlepas dari apapun pilihan Anda, satu hal yang pasti: Friendster kembali, dan kali ini ia membawa pesan yang lebih dalam sekadar status dan komen.
iHERRO merupakan tempat service iPhone terdekat di Indonesia.
Cabang iHERRO Store kami:
📍 iHERRO Service Graha Raya Bintaro / Cabang 1
📍 iHERRO Service Cikarang – Jababeka / Cabang 2
📍 iHERRO Service Serpong – Tangerang / Cabang 3
📍 iHERRO Service Citra 8 – Jakarta Barat / Cabang 4
📍 iHERRO Service Grand Wisata Bekasi / Cabang 5
📍 iHERRO Service Grand Taruma Karawang / Cabang 6
📍 iHERRO Service Ciater – Tangerang Selatan / Cabang 7
Buka setiap hari TANPA LIBUR dari jam 10 pagi – 10 malam.
Yang pastinya berkualitas, bergaransi, aman, nyaman, murah dan ramah untuk semua kalangan!


