Cewek Medan Bawa Golok Gara-gara Tertipu Akun TikTok yang Jual iPhone 2 Juta

Cewek Medan Bawa Golok Gara-gara Tertipu Akun TikTok yang Jual iPhone 2 Juta

iHERRO — Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita membawa senjata tajam jenis golok ke sebuah toko ponsel di Medan.

Aksi nekatnya yang tampak mengancam karyawan toko ternyata bukan tanpa sebab. Di balik kemarahan yang meluap-luap, tersimpan kisah pilu tentang penipuan daring yang menguras habis uangnya hingga belasan juta rupiah.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang maraknya modus penipuan berkedok promo produk murah di media sosial, terutama TikTok. Mari kita bedah tuntas kronologi kejadian, motif di balik aksi nekat tersebut, serta pelajaran penting yang bisa kita ambil.

CEK PROMO SPESIAL HARI INI – KLIK DI SINI

 

Kronologi Aksi Nekat Wanita di Medan

Peristiwa dramatis itu terjadi pada Jumat, 17 April 2026, di sebuah toko handphone yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Medan. Seorang wanita yang belakangan diketahui berinisial A (28 tahun) tiba-tiba masuk ke toko sambil membawa sebilah golok.

Dalam video yang viral, terlihat pelaku mengenakan baju berwarna pink dan menyekap seorang karyawati toko bernama Adela Nurhamdah (26). Dengan nada tinggi dan penuh emosi, A berteriak sambil memegang golok di leher korban, “Balein duit aku. Aku enggak mau, balein duit aku.”

Beruntung, karyawan toko lainnya sigap dan berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum korban terluka. Pihak kepolisian yang tiba di lokasi pun langsung mengamankan pelaku.

 

Bukan Tokonya yang Salah: Akar Masalah Penipuan Online

Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap fakta mengejutkan. Ternyata toko yang didatangi A sama sekali tidak mengenalnya dan tidak terlibat dalam transaksi apapun dengannya. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Semua berawal dari godaan sebuah iklan di TikTok. A melihat sebuah akun yang mengatasnamakan toko ponsel ternama (PStore) dan menawarkan promo iPhone 13 hanya dengan harga Rp2 juta. Harga yang sangat murah tentu saja menggiurkan. Tanpa berpikir panjang, A pun menghubungi akun tersebut dan melakukan transfer uang.

Namun, cerita tidak berhenti di situ. Si penipu terus meminta tambahan dana dengan berbagai alasan:

  1. Biaya administrasi sebesar Rp3,5 juta (dengan alasan agar HP bisa dikirim).

  2. Biaya pendaftaran IMEI sebesar Rp3 juta (agar HP bisa diaktifkan).

Karena sudah terlanjur mengirimkan uang awal, A pun kembali mengirimkan uangnya secara bertahap. Total kerugian yang dialami oleh A bukan Rp2 juta, melainkan mencapai Rp10 juta.

Baca juga: Karena Laris, Apple Menambah 10 Juta Produksi MacBook Neo untuk Tahun Ini (2026)

Karena Laris, Apple Menambah 10 Juta Produksi MacBook Neo untuk Tahun Ini (2026)

 

Emosi Meledak Setelah Sadar Tertipu

Rasa kesal dan frustrasi karena uang Rp10 juta raib tanpa barang yang ia idam-idamkan pun memuncak. Ia mulai curiga dan mencoba mencari tahu. Setelah melakukan penelusuran, ia mendatangi alamat toko yang disebut-sebut oleh si penipu, yaitu toko PStore di Sisingamangaraja.

Sesampainya di sana, ia langsung berkonfrontasi. Karena emosi tidak terkendali dan merasa uangnya harus kembali, ia nekat mengancam karyawan toko dengan golok. Tujuan utamanya, menurut pengakuannya, bukan untuk melukai, melainkan untuk menekan agar uangnya yang Rp10 juta dikembalikan.

Pihak toko yang kebingungan karena tidak pernah melakukan transaksi dengan A pun sempat terkejut. Setelah dijelaskan oleh polisi, barulah terungkap bahwa akun TikTok yang menghubungi A adalah akun palsu yang mencatut nama toko mereka.

 

Tanggapan Pihak Kepolisian dan PStore

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, menjelaskan bahwa kasus ini murni bermula dari penipuan daring. Pihaknya telah mengamankan pelaku penyekapan (A) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Dari hasil wawancara dan pemeriksaan, pihak toko PStore di Sisingamangaraja tidak pernah berhubungan dengan ibu ini. Jadi, ibu ini melakukan tindakan tersebut karena kesal dan tidak berniat melukai, melainkan agar uangnya sebesar Rp10 juta dikembalikan,” jelas Poltak.

Pihak PStore sendiri dengan tegas membantah memiliki keterkaitan dengan akun penipu tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengadakan promo iPhone 13 seharga Rp2 juta.

Baca juga: Grand Wisata Bekasi Selalu Pilih iHERRO Sebagai Tempat Service iPhone Terbaik

Grand Wisata Bekasi Selalu Pilih iHERRO Sebagai Tempat Service iPhone Terbaik

 

Pelajaran Penting: Waspada Iklan Promo Tidak Masuk Akal

Kasus ini memberikan sejumlah pelajaran berharga bagi kita semua, terutama dalam bertransaksi online.

1. Harga Terlalu Murah Itu Seringkali Jebakan

Harga iPhone 13 yang baru atau bekas dengan kualitas baik tidak mungkin hanya Rp2 juta. Jika ada promo yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan (too good to be true), hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan.

2. Lakukan Pengecekan Akun Penjual dengan Teliti

Sebelum mentransfer uang, pastikan Anda mengecek:

  • Apakah akun tersebut terverifikasi atau baru dibuat?

  • Apa kata pelanggan lain di kolom komentar atau testimoni?

  • Apakah penjual meminta transfer ke rekening pribadi, bukan rekening resmi bisnis?

3. Waspadai Permintaan Biaya Tambahan Bertubi-tubi

Modus penipuan klasik seperti ini seringkali meminta uang tambahan setelah Anda membayar, mulai dari biaya kirim, pajak, administrasi, hingga pengurusan IMEI. Jangan pernah mengirimkan uang lebih lanjut jika sudah mencurigai adanya kejanggalan.

4. Jangan Main Hakim Sendiri

Meskipun sangat merugikan dan memicu emosi, tindakan main hakim sendiri seperti yang dilakukan A adalah tindakan kriminal (pengancaman dengan senjata tajam) yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, serta berujung pada jeratan hukum.

Solusi yang benar adalah segera melaporkan ke pihak berwajib (melalui hotline polisi atau patroli siber) beserta bukti-bukti transaksi yang lengkap.

 

Kesimpulan

Aksi nekat seorang wanita di Medan yang mengamuk sambil membawa golok ke toko HP adalah cerminan dari frustrasi akibat menjadi korban penipuan online. Tertipu iming-iming iPhone 13 seharga Rp2 juta di TikTok, ia justru kehilangan uang Rp10 juta dan berakhir berurusan dengan polisi.

Kasus ini mengingatkan kita untuk selalu berbelanja online dengan bijak dan waspada terhadap segala bentuk promo yang tidak masuk akal. Jangan biarkan emosi menguasai diri jika menjadi korban penipuan; laporkan saja ke pihak berwenang.

Karena pada akhirnya, membeli barang dengan harga wajar di toko terpercaya itu jauh lebih aman dan menenangkan daripada tergiur harga murah yang berakhir petaka.


iHERRO merupakan tempat service iPhone terdekat di:

Kunjungi cabang iHERRO Store, kami buka setiap hari untuk Anda!

  1. iHERRO Service Graha Raya Bintaro
  2. iHERRO Service Cikarang – Jababeka
  3. iHERRO Service Serpong – Tangerang
  4. iHERRO Service Citra 8 – Jakarta Barat
  5. iHERRO Service Grand Wisata Bekasi
  6. iHERRO Service Grand Taruma Karawang
  7. iHERRO Service Ciater – Tangerang Selatan
Salam hangat,
iHERRO Team

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *