iHERRO — Sebuah peristiwa kriminal yang meresahkan terjadi di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Seorang wanita bernama LA (29 tahun) harus mengalami nasib pilu setelah mobil Honda Brio dan ponsel iPhone 11 miliknya dirampas dengan kekerasan. Yang lebih mencengangkan, pelaku adalah orang yang dikenal oleh korban sendiri.
Peristiwa ini membuka mata kita semua bahwa kejahatan bisa datang dari orang terdekat sekalipun. Berikut kami sajikan ulasan lengkap mengenai kronologi, modus operandi, hingga nasib terbaru para pelaku.
▶ CEK PROMO SPESIAL HARI INI – KLIK DI SINI
Awal Mula Pertemuan yang Berujung Petaka
Menurut keterangan resmi dari Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, kejadian ini bermula pada Selasa, 19 Mei 2026. Korban, yang akrab disapa LA, memang sudah janjian untuk bertemu dengan seorang pria bernama Mahpul Kholik alias Kecot.
Karena sudah saling kenal, korban pun tidak curiga. Mereka bahkan pergi bersama-sama mengendarai mobil milik LA dari kawasan Serpong menuju Cisauk. Pada saat perjalanan, mobil dikemudikan oleh Kecot, sementara korban duduk manis di kursi samping pengemudi.
Setelah beberapa saat melaju, Kecot berhenti untuk menjemput seorang temannya yang lain. Teman tersebut bernama Sutri alias Senet. Senet kemudian duduk di kursi belakang, tepat di belakang korban. Dari sinilah situasi mulai berubah.
Saat Celurit dan Ancaman Mengintai dari Kursi Belakang
Begitu mobil tiba di lokasi yang sepi, drama kejahatan itu pun dimulai. Dengan gerak cepat, Kecot merampas paksa ponsel iPhone 11 dari tangan korban. Ia mengancam agar LA tidak melawan. Namun bukan hanya itu, dari kursi belakang, Senet ikut beraksi dengan menodongkan sebilah celurit ke arah korban.
Korban yang sudah dalam posisi sangat terancam tidak bisa berbuat banyak. Tangannya kemudian diikat dengan menggunakan tali dari sweter. Setelah itu, mobil berisi korban dan dua pelaku berkeliling tanpa tujuan yang jelas. Ini tentu menjadi momen yang sangat mencekam bagi korban.
▶ Lihat juga: iHERRO Jadi Prioritas Utama: Spesialis Jasa Service iPhone Terdekat di Jabodetabek, Karawang dan Sekitarnya

Diturunkan di Jalan Sepi dan Berjuang Sendiri
Setelah puas berkeliling, LA akhirnya diturunkan di sebuah jalan yang sunyi, tepatnya di Jalan Pabuaran. Di sinilah para pelaku melepaskan korban sendirian. Dengan tangan masih terikat, LA harus berjuang untuk berjalan kaki mencari pertolongan.
Beruntung, ia akhirnya bertemu dengan warga sekitar. Segera setelah itu, korban dan warga melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Keberanian korban untuk segera melapor menjadi kunci awal pengungkapan kasus ini.
Pelaku Utama Ditangkap, Mobil Korban Laku Puluhan Juta
Polisi pun bergerak cepat. Pada Kamis, 21 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, tersangka Kecot berhasil diamankan. Dalam interogasi, Kecot mengakui bahwa mobil korban telah dijual kepada seorang pria bernama Kapui alias Pupu. Mobil tersebut laku seharga 25 juta rupiah.
Dari uang hasil penjualan itu, Kecot mendapat bagian terbesar, yaitu 18 juta rupiah. Sisanya dibagi rata antara Senet (yang menodongkan celurit) dan Kapui (pembeli mobil). Sementara itu, ponsel iPhone 11 milik korban ternyata sudah dibuang oleh para pelaku.
Polisi sendiri saat ini telah berhasil mengamankan mobil Honda Brio tersebut. Namun proses hukum masih terus berjalan karena dua tersangka lainnya, yaitu Senet dan Kapui, masih dalam pengejaran polisi.
▶ Lihat juga: iOS 26.5 Resmi Rilis: Enkripsi RCS End-to-End Hadir, Keamanan iPhone dan Android Makin Kokoh

Ancaman Hukuman 12 Tahun Penjara
Atas perbuatan brutal ini, komplotan tersebut dikenakan Pasal 479 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara paling berat selama 12 tahun. Ini adalah konsekuensi yang sangat berat, mengingat aksi mereka yang tidak hanya merampas barang, tetapi juga menggunakan senjata tajam dan melumpuhkan korban dengan ikatan.
Pelajaran Penting untuk Kita Semua
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan tidak selalu datang dari orang asing. Rasa saling percaya kepada kenalan pun perlu diimbangi dengan kewaspadaan ekstra, terutama saat berada di ruang tertutup seperti mobil.
Berikut beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kejadian ini:
Waspadai perubahan situasi. Jika tiba-tiba teman mengajak menjemput orang lain di perjalanan, sebaiknya waspadai niat di baliknya.
Usahakan selalu dalam posisi bisa mengendalikan kendaraan. Sebisa mungkin, jangan menyerahkan kendali mobil kepada orang yang baru dikenal atau tidak terlalu dipercaya.
Simpan nomor kontak darurat. Pastikan ponsel selalu dalam genggaman dan siap untuk menghubungi polisi atau keluarga jika terjadi keanehan.
Segera laporkan ke polisi. Kecepatan melapor seperti yang dilakukan korban LA sangat membantu proses penangkapan pelaku.
Semoga kasus ini segera terungkap tuntas dan para pelaku lainnya segera ditangkap. Kita juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tetap waspada dan utamakan keselamatan di mana pun Anda berada.
iHERRO merupakan tempat service iPhone terdekat di Indonesia.
Cabang iHERRO Store kami:
📍 iHERRO Service Graha Raya Bintaro / Cabang 1
📍 iHERRO Service Cikarang – Jababeka / Cabang 2
📍 iHERRO Service Serpong – Tangerang / Cabang 3
📍 iHERRO Service Citra 8 – Jakarta Barat / Cabang 4
📍 iHERRO Service Grand Wisata Bekasi / Cabang 5
📍 iHERRO Service Grand Taruma Karawang / Cabang 6
📍 iHERRO Service Ciater – Tangerang Selatan / Cabang 7
Buka setiap hari TANPA LIBUR dari jam 10 pagi – 10 malam.
Yang pastinya berkualitas, bergaransi, aman, nyaman, murah dan ramah untuk semua kalangan!


