iHERRO — Apple baru saja mencatatkan sejarah baru untuk lini iPhone 17. Perusahaan dari Cupertino tersebut dengan percaya diri menyebut seri terbarunya ini sebagai keluarga iPhone paling populer yang pernah mereka buat. Klaim ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, kepada Financial Times.
“Seri iPhone 17 kini menjadi lini produk terpopuler dalam sejarah kami,” ujar Kevan, memberikan sinyal kuat bahwa keempat modelnya—iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air—sukses besar di pasaran.
Namun, di balik euforia kesuksesan ini, ada masalah klasik yang belum juga terselesaikan. Masalah ini bahkan disebut-sebut bisa membayangi peluncuran iPhone 18 yang rencananya hadir pada September 2026.
▶ CEK PROMO SPESIAL HARI INI – KLIK DI SINI
Permintaan Tinggi, Pasokan Merangkak
CEO Apple, Tim Cook, dalam wawancara terpisah dengan Reuters, mengakui bahwa permintaan untuk iPhone 17 series sangat luar biasa. Tapi, ada satu kata kunci yang ia ulang: keterbatasan.
“Permintaan sangat tinggi. Dan saat ini, rantai pasokan agak kurang fleksibel untuk mendapatkan lebih banyak suku cadang,” kata Cook.
Akar masalahnya ternyata ada pada jantung dari iPhone itu sendiri: chip A19 dan A19 Pro. TSMC selaku mitra pembuat chip Apple sedang sibuk memenuhi permintaan besar untuk komponen kecerdasan buatan (AI) dari berbagai perusahaan. Akibatnya, alokasi untuk Apple si pembuat iPhone pun terbatas.
Belum lagi, biaya chip memori ikut meroket. Kevan Parekh menambahkan bahwa “memori memiliki dampak yang semakin besar” terhadap keuangan Apple, terutama antara kuartal pertama dan kedua di tahun 2026.
▶ Baca juga: Media Sosial Friendster Bangkit Kembali, Siap Download untuk User iPhone di Indonesia

Pertanda Kurang Baik untuk iPhone 18?
Inilah bagian yang menarik untuk dicermati. Jika pasokan chip untuk iPhone 17 saja sudah keteteran, apa jadinya dengan iPhone 18 yang diprediksi akan hadir dengan spesifikasi lebih tinggi?
Para analis mulai khawatir bahwa masalah rantai pasok yang kronis ini bukan hanya sekadar hambatan sementara. Ini bisa menjadi pola. Jika Apple tidak segera mendiversifikasi pemasok atau melakukan negosiasi ulang prioritas produksi dengan TSMC, maka peluncuran iPhone 18 berisiko mengalami nasib serupa: permintaan tinggi tetapi stok kosong di awal-awal peluncuran.
Ini seperti memiliki restoran paling ramai di kota, tetapi dapur hanya mampu memasak setengah dari jumlah pesanan. Keuntungan tetap ada, tetapi kepuasan pelanggan dan potensi penjualan maksimal pasti tergerus.
▶ Baca juga: Tips Rahasia Menggunakan Focus Mode iOS untuk Produktivitas Maksimal

Ada Dua Penopang yang Membantu Apple Tersenyum
Untungnya, Apple tidak hanya bergantung pada iPhone 17. Ada dua produk lain yang ikut menopang kinerja keuangan perusahaan:
1. MacBook Neo
Laptop anyar ini menjadi primadona baru, terutama di segmen pendidikan. Dibanderol mulai USD 500 untuk pelajar, MacBook Neo berhasil menarik perhatian pasar yang selama ini menganggap laptop Apple terlalu mahal.
Penjualan Mac secara keseluruhan (termasuk kontribusi MacBook Neo) mencapai USD 8,4 miliar, melampaui perkiraan analis yang sebesar USD 8,02 miliar. Ini bukti bahwa strategi Apple untuk merangkul pasar pelajar berbuah manis.
2. Bisnis Layanan (Services)
Jangan pernah remehkan pendapatan dari App Store, Apple Music, iCloud, dan layanan digital lainnya. Di kuartal kedua fiskal ini saja, segmen layanan Apple menghasilkan pendapatan USD 30,98 miliar. Angka ini juga di atas ekspektasi pasar yang hanya USD 30,39 miliar.
Pencapaian ini menarik, karena terjadi di tengah pengawasan ketat regulasi di Eropa terhadap praktik App Store. Artinya, ekosistem digital Apple ternyata lebih tangguh dari perkiraan banyak pihak.
Kesimpulan
Kesimpulannya, iPhone 17 series memang layak disebut sebagai lini terpopuler. Dari sisi penerimaan pasar, produk ini adalah pukulan telak. Namun, catatan kecil tentang masalah rantai pasok chip ini bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.
Apple sedang berjalan di atas tali. Di satu sisi, popularitas produk mereka sedang puncak. Di sisi lain, ketergantungan pada satu pemasok utama (TSMC) dan kelangkaan komponen global masih menjadi ancaman nyata.
Jika masalah ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin gelar “terpopuler” untuk iPhone 18 nanti akan terhambat bukan karena kualitas, melainkan karena ketersediaan.
iHERRO merupakan tempat service iPhone terdekat di Indonesia.
Cabang iHERRO Store kami:
📍 iHERRO Service Graha Raya Bintaro / Cabang 1
📍 iHERRO Service Cikarang – Jababeka / Cabang 2
📍 iHERRO Service Serpong – Tangerang / Cabang 3
📍 iHERRO Service Citra 8 – Jakarta Barat / Cabang 4
📍 iHERRO Service Grand Wisata Bekasi / Cabang 5
📍 iHERRO Service Grand Taruma Karawang / Cabang 6
📍 iHERRO Service Ciater – Tangerang Selatan / Cabang 7
Buka setiap hari TANPA LIBUR dari jam 10 pagi – 10 malam.
Yang pastinya berkualitas, bergaransi, aman, nyaman, murah dan ramah untuk semua kalangan!


